• Muslim man praying on an empty dock

AKU BANGGA JADI SALAFI!

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena itu mengoneksikanku

dengan generasi terbaik manusia di bumi;

Membuat jiwaku menyemai cinta yang hebat

kepada para sahabat Nabi yang mulia

dan generasi mulia sepeninggal mereka.

 

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena hatiku dipenuhi cinta pada mereka

yang dipilih oleh Allah

tuk mendampingi kekasihNya, Muhammad;

dalam susah dan senang,

dalam perang dan damai.

 

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena meski kuyakin takkan pernah samai mereka,

Kuharap sangat dengan cintaku pada generasi shaleh itu,

Engkau bariskan hamba yang lemah ini

bersama mereka dalam Jannah-Mu, ya Allah…

 

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena generasi Salaf mengajarku:

Memegang teguh prinsip kebenaran,

dan melapangkan jiwa pada apa yang tidak prinsip.

Mereka ajari aku tuk memilah dengan ilmu,

tanpa membumiratakan pandangan pada hal yang berbeda.

 

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena mereka mengajarku:

Untuk menyimpan banyak cinta kepada umat Muhammad.

Bahwa mereka adalah saudaraku yang tak sempurna.

Persis seperti diriku.

Aku benci kesalahannya,

dan kunasehati ia kerna cintaku padanya.

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena mereka tuntun aku:

Untuk tidak mengukur jejak kebenaran pada:

Syekh dan ustadz yang kita mau.

Majlis ilmu yang kita rasa suka.

 

Mereka ajarkan aku:

Meski rujukanmu benar,

engkau belum tentu benar.

Walau bacaanmu shahih,

tapi engkau –dan siapakah engkau ini?- belum tentu shahih.

Bahwa meski pendapatmu (mungkin) benar,

Tapi bisa saja salah di kemudian hari.

Sebagaimana  pandangan “lawan”mu (mungkin) salah,

Namun kelak ternyata itulah yang benar.

 

Aku bangga jadi Salafi,

Kerna mereka tunjukkan padaku:

Untuk tak pernah ragu tinggalkan pandangan lamaku,

demi ikuti kebenaran pada pandangan yang slama ini kuanggap aneh.

 

Mereka ajarkan aku tuk tetap genggam tanganmu, Kawan,

sembari berucap:

“Mungkin kita memang berbeda

dalam beberapa masalah,

namun tetaplah menjadi saudaraku di jalan Allah, Kawan…”

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena aku diingatkan untuk

selalu merendah hati sepenuh tawadhu’;

Karena engkau tak menjadi suci,

hanya sekedar menyebut dirimu “Salafi”!

Karena engkau tak menjadi benar sepenuh kata dan ucapmu,

hanya dengan sandang kata “Salafi” pada namamu.

Karena engkau tak pernah aman dari makar Allah,

hanya kerna majelis ilmu dan tontonanmu “Salafi” belaka.

 

Aku bangga jadi Salafi,

Karena aku diingatkan selalu:

Untuk memanusiakan orang lain,

dengan menutup jejak ‘ujub pada diri sendiri.

Merasa ‘ujub karena penampilan yang lebih “Salafi” dalam versiku,

hingga jiwa dipenuhi cibiran tak bersuara

pada mereka yang tengah bergelut menemukan hidayah Tuhannya.

 

Kawan,

Aku akan selalu bangga jadi Salafi,

Karena di jalan mereka

Kutemukan jalan pertengahan Islam yang indah.

 

Ampuni aku, Ya Allah…

Yang hanya bisa berbangga menjadi Salafi,

meski tak pernah sanggup menjadi sebutir debu

pada hamparan padang luas keshalehan generasi mulia itu.

Kukuhkan sajalah cintaku pada mereka,

kerna bukankah kami kan dikumpulkan

dengan siapa yang kami cintai, ya Allah?

 

 

Akhukum wa Muhibbukum fiLlah,

Muhammad Ihsan Zainuddin

Share This Post

About Author: adminkio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *