PANDUAN RAMADHAN-04: MENGAPA HARUS BERPUASA? (HIKMAH DI BALIK PUASA)

Semua ibadah yang ditetapkan Allah Azza wa Jalla untuk hambaNya pasti mengandung hikmah yang tak terhingga. Sebagian hikmah itu dapat diketahui dan dipahami oleh hamba, namun tidak sedikit yang tidak terjangkau oleh hamba. Ibadah puasa sendiri punya banyak hikmah, di antaranya: Pertama, Menjadi jalan mencapai tujuan puncak kehidupan hamba yang tertinggi: menjadi ... Read More...

PANDUAN RAMADHAN-02: APA SAJA KEUTAMAAN BERPUASA?

Penting sekali bagi Anda untuk mengetahui keutamaan ibadah puasa. Terutama karena kita manusia, adalah makhluk yang selalu butuh motivasi, terutama dalam melakukan kebaikan atau meninggalkan keburukan. Beberapa keutamaan ibadah puasa di antaranya: 1. Puasa spesial dikhususkan Allah untuk DiriNya dan karena itu Ia akan memberikan balasan berlipat ganda tanpa perhitungan kepada hamba ... Read More...

MAKNA “SURAH MUFASHSHAL” DALAM AL-QUR’AN

Kita sering mendengarkan istilah “Surah-surah Mufashshal” dalam al-Qur’an. Nah, apa makna “al-Mufashshal” dalam surah-surah al-Qur’an? “Al-Mufashshal” adalah surah-surah pendek dalam al-Qur’an yang banyak dipisahkan atau diantarai oleh kalimat Basmalah. Dinamakan “al-Mufashshal” karena kata ini bermakna “yang dipisah-pisahkan”, berasal dari kata “al-Fashl” yang bermakna pemisahan, yang kemudian telah menjadi Bahasa Indonesia: “Pasal”. Para ... Read More...

CATATAN UNTUK AQIDAH IBNU RUSYD (AL-HAFID)

Ibnu Rusyd dikenal sebagai "Averroes". Meskipun dikenal sebagai sosok cendekia yang cerdas, namun patut disayangkan terdapat beberapa "catatan" untuk pemikiran dan ideologinya. Berikut senarai singkat tentang itu: Pertama: “Ibnu Rusyd” adalah sebuah nama yang digunakan oleh –setidaknya- 2 tokoh: Ibnu Rusyd al-Hafid (al-Hafid bermakna: sang cucu) dan Ibnu Rusyd al-Jadd (al-Jadd bermakna: ... Read More...

HADITS AHAD DALAM MASALAH AQIDAH

Salah satu pandangan yang keliru terkait hadits Ahad adalah bahwa hadits Ahad tidak dapat dijadikan landasan dan dalil dalam persoalan dan pembahasan Aqidah, dengan alasan bahwa hadits Ahad “hanya” menunjukkan sesuatu yang bersifat zhan, dan zhan tidak dapat menjadi landasan dalam persoalan Aqidah. Kekeliruan pandangan ini ditinjau dari beberapa sisi: Pandangan ... Read More...

TIDAK BOLEH PUASA DI PARUH KEDUA BULAN SYA’BAN?

Memang ada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi: “Jika bulan Sya’ban telah memasuki paruh kedua, maka janganlah kalian berpuasa.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3237), al-Tirmidzi (no.738), dan Ibnu Majah (no. 1651), dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi.   Namun larangan yang disebutkan dalam hadits ini dikecualikan untuk ... Read More...

BENARKAH DOA “ALLAHUMMA BAARIK LANA FI RAJAB WA SYA’BAN…”?

Doa ini sangat populer. Para ustadz dan mubaligh sering menyebut-nyebutnya di bulan Rajab dan Sya’ban menyambut bulan Ramadhan. Bunyi doanya adalah: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.” Ada beberapa hal yang harus dicatat tentang ini: Pertama, tidak ... Read More...

PANDUAN RAMADHAN 01: APA ITU PUASA DAN HUKUMNYA?

          Apa Itu Puasa? Secara bahasa, puasa dalam bahasa Arab disebut sebagai “al-Shaum”. Kata “al-Shaum” dalam penggunaan bahasa bermakna “menahan diri untuk melakukan sesuatu”. Sehingga orang yang –misalnya-menahan lisannya untuk tidak berbicara disebut juga “al-Sha’im”.  Jika kata “al-Shaum” digunakan dalam terminologi Syariat Islam, maka ia bermakna: “menahan diri untuk melakukan hal-hal yang ... Read More...

MEMPERBANYAK PUASA DI BULAN SYA’BAN

  Dianjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Bahkan terdapat beberapa hadits yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa penuh di bulan Sya’ban. Imam Ahmad (no. 26022), Abu Dawud (no. 2336), al-Nasa’i (no. 2175) dan Ibnu Majah (no. 1648); meriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Aku tidak pernah melihat ... Read More...