• ihsan-aleppo-syria

BERGURU PADA ALEPPO, BELAJAR DARI ROHINGNYA…

 

Duhai Allah,

Izinkan kami pagi ini,

Tuk memenuhi lembaran-lembaran langitMu yang indah

Tuk menyesaki lapis-lapis bumiMu yang rebah

dengan pujian tak kenal lelah

atas setiap partikel hidayah,

untuk setiap gugusan karunia iman,

bagi setiap untaian kenikmatan Islam dariMu…

 

Duhai Allah,

Tak terbayangkan untuk kami yang tuna daya ini

Bagaimana jalani hidup tanpa dentuman iman di dada,

Tanpa ledakan Islam di setiap aliran darah ini…

 

***

 

Seorang bunda pernah bertandang ziarah ke Jalur Gaza.

Di sana, ia ditanya tentang hafalan al-Qur’annya…

Bunda itu menjawab: “Belum selesai. Hafalan saya belum sampai 30 juz…”

 

Kawan Palestina yang bertanya itu terkejut.

Logika dan nalarnya jelas sekali sulit menerima kenyataan itu.

 

“Bagaimana bisa, Bunda?

Bukankah Indonesia negeri yang aman dan damai?

Tanpa perang. Tanpa konflik. Tanpa dentuman bom.

Tanpa desingan peluru yang mengintai.

Bagaimana bisa hafalan Bunda belum selesai?

Sementara kami di sini,

Menyelesaikannya di bawah reruntuhan rumah kami…

Mengkhatamkannya dengan beratap langit,

Dengan gigi gemeretak karena dingin yang menusuk,

Sembari terus berjaga hadapi Kaum Penjajah…”

 

Bunda itu terhenyak.

Betapa tak terhingganya nikmat Allah untuk kita.

Tapi kita lebih sering lupa dan abai untuk

menikmati setiap kepingannya dengan penuh syukur.

 

Sepulangnya dari Gaza,

Bunda itu segera menyelesaikan 30 Juz hafalannya.

Dan ia berhasil.

Ia juga berhasil mendampingi 13 putranya

menjadi para penghafal al-Qur’an.

 

Kini Bunda itu telah tiada.

Ia meninggal dunia tahun 2011 lalu dalam sebuah kecelakaan.

Nama Bunda itu adalah Ustadzah Yoyoh Yusroh.

Semoga Allah merahmatinya selalu…

 

***

 

Maka hari ini,

Saat doa-doa kita panjatkan sepenuh jiwa

untuk ibunda-ibunda kita

untuk ayahanda-ayahanda kita

untuk saudara-saudari kita

untuk anak-anak terkasih kita

di bumi Aleppo,

di bumi Arakan,

di belahan bumi manapun mereka tertindas;

titipkan pula sebaris doa untuk diri ini,

agar dikarunai keteguhan dalam ketaatan,

agar dilimpahi kesabaran dalam kebenaran,

agar dikuatkan mensyukuri nikmat keberlimpahan dan kenyamanan…

 

Kawan,

Hari ini dan seterusnya

Kita akan terus belajar: berkejaran dalam kebaikan

selagi ada waktu.

Selagi masih bisa bangun pagi dengan tersenyum.

Selagi anggota keluarga kita masih utuh.

Selagi rumah dan kampung halaman kita belum mencekam.

Sebelum fitnah terjadi.

Berkelindan dengan malam dan siang.

Dan kita pun hanya bisa menyesal penuh tangis:

“Mengapa dulu aku tak sungguh-sungguh…”

 

***

 

Ya Allah, Sang Penguasa semesta ini…

Hancurkan para pembantai saudara-saudara kami

Di Aleppo, di Rohingnya, di mana saja…

 

Ya Allah, Sang Penguasa semesta ini…

Selimuti keluarga kami dengan rahmatMu

Di Aleppo, di Rohingnya, dan di mana saja

Ringankan penderitaan mereka,

teguhkan jiwa mereka di atas agamaMu.

 

Akhukum wa Muhibbukum fiLlah,

Muhammad Ihsan Zainuddin

 

 

 

 

Share This Post

About Author: adminkio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *