• kisah-islami-aids

BETAPA TRAGISNYA KISAHMU…

 

Ayahnya bermaksud mengirimnya untuk belajar kedokteran…

Ia telah menyiapkan 300.000 dolar untuk itu…Sang ayah menyampaikan kabar gembira itu kepadanya…

Sang ayah mengatakan bahwa ia bisa pergi belajar kedokteran ke luar negeri dengan biaya sang ayah…Ia sangat gembira…tapi sang ayah mempersyaratkan bahwa ia harus menikah sebelum berangkat…Ia segera menyetujui syarat itu tanpa ragu-ragu…

Dalam 10 hari kemudian segalanya telah siap…sang mempelai wanitanya pun –yang tak lain adalah putri pamannya- dihantarkan kepadanya. Sebulan setelah pernikahan itu, semua persiapan ke luar negeri pun telah beres. Paspor, tiket dan cek senilai 300.000 dolar.

Ia pun mengucapkan selamat tinggal kepada kedua orang tua dan istrinya…Inilah untuk pertama kalinya ia meninggalkan sang istri.

Setelah perjalanan lebih dari 12 jam, ia pun tiba di kota di mana patung Liberty berdiri tegak…Di sana, ia tidak mengenal seorang pun selain “sahabat lama ayahnya”…Ketika ia sampai di alamat yang diberikan padanya, ia tidak menemukan siapa pun selain sekertarisnya…yang kemudian memesankan sebuah kamar untuknya di salah satu hotel setelah mengatakan (kepada pihak hotel) bahwa ia adalah keluarga sang pemilik perusahaan tersebut.

Keesokan harinya, ia pun mengunjungi kawan lama ayahnya itu yang menyambutnya dengan sangat hangat…Bapak itupun segera mengutus salah seorang stafnya untuk menyelesaikan urusan pendaftaran anak itu di Universitas…

Tidak lama kemudian, ia pun menyewa sebuah apartemen di salah satu gedung sesuai dengan saran dari kawan ayahnya itu. Ia melengkapi apartemen itu dengan perabotan sederhana…karena satu-satunya obsesinya adalah belajar. Tidak ada yang lain selain itu.

Pada suatu malam, ia terbangun akibat ketukan keras bertubi-tubi di pintu apartemennya. Ia terkejut karena ternyata seorang ibu tua meminta tolong agar ia segera memanggil seorang dokter untuk seorang gadis yang tinggal di samping kamarnya di apartemen yang sama. Pemuda itupun bergegas ke apartemen gadis yang dimaksud, lalu menanyakan keluhannya. Gadis itu mengatakan bahwa ia merasakan mules yang sangat keras di perutnya…

Pemuda itu teringat kalau ia mempunyai beberapa kapsul khusus untuk mengobati rasa mules tersebut. Ia segera membawakan dan memberikan sebutir untuk gadis itu…Tidak sampai 2 jam, rasa mules itupun hilang…Gadis itu berterima kasih atas bantuannya…Pemuda itupun kembali ke apartemennya untuk melanjutkan tidurnya…

Keesokan paginya, ia dikejutkan dengan sebuah rangkaian bunga di depan pintu apartemennya, di atasnya tertulis: “Untuk kawan:………….., terima kasih untukmu. Dari yang tulus:………..”

Ia tentu terkejut dengan itu, namun ia tidak terpengaruh. Ia tetap melanjutkan studinya dengan penuh semangat…Setiap minggu ia menghubungi keluarganya, untuk mengetahui kabar kedua orang tua dan istrinya…

Suatu hari di hari libur akhir pekan, tetangga wanitanya mengetuk pintu apartemennya untuk mengundangnya makan malam di rumahnya…Ia agak ragu…Namun akhirnya ia memutuskan untuk memenuhi undangan itu. Ia mengenakan pakaian terbaiknya dan pergi ke apartemen tetangganya itu…Ternyata tidak ada orang lain selain dia dan tetangga wanitanya itu…

Tuan rumah menawarkan “minuman” untuknya, namun ia menolaknya…namun karena tawaran yang mendesak dan pandangan yang tajam, akhirnya ia menerima…dengan cepat..

Setelah keduanya selesai makan malam, pemuda itupun menanyakan asal dan kondisi wanita itu…Apakah ia sudah menikah atau belum…Mengapa ia tinggal seorang diri…Wanita itu menjawab bahwa ayah dan ibunya telah lama meninggal dunia dan meninggalkan harta yang berlimpah untuknya…Ia kemudian menikah dengan seseorang namun akhirnya berpisah karena perilaku buruk pria itu…Wanita itupun balik mengajukan pertanyaan yang sama…namun pemuda itu mengatakan bahwa ia belum menikah dan bahwa kedua orangtuanya masih hidup…

Pemuda itu kemudian pamit untuk kembali ke apartemennya, karena jam saat itu telah menunjukkan pukul 2 pagi…Wanita itu menampakkan kesedihannya…dan memintanya untuk menunggu sebentar…tapi pemuda itu mengatakan: “Besok aku harus menghadapi ujian, dan kepalaku terasa sakit sekali karena pusing yang hebat…”

Mendengar itu, wanita tersebut bergegas ke dapur dan mengambil sebuah suntik yang berisi cairan putih. Ia menyuntikkan benda itu kepada si pemuda…dan pemuda itupun merasakan ketenangan mengaliri tubuhnya…Dan di sini terjadilah hal yang terlarang…

Pemuda itu terbangun karena waktu telah menunjukkan pukul 11 pagi…Ia segera meluncur turun ke apartemennya untuk bergegas ke kampusnya…Ketika ia pulang di sore hari, tanda-tanda sakit kepala itu kembali dialaminya. Namun kali ini, gadis tetangga itu kembali menyiapkan sebuah suntikan…penenang untuknya…

Ia kembali mengikuti ujiannya…Tapi hubungannya dengan gadis itu terus berlanjut selama 2 bulan, dan di setiap malam gadis itu memberinya suntikan yang sama…

Pada suatu malam, pemuda itu datang meminta tolong kepada gadis tersebut agar diberikan satu suntikan lagi. Tapi gadis itu mengatakan: “Suntikan ini harganya sangat mahal dan aku tidak punya uang untuk membelinya…”

Ia pun segera menuliskan cek sebesar 1000 dolar kepadanya untuk membelikan suntikan itu. Namun gadis itu mengatakan padanya: “Tapi suntikan ini bukan barang yang legal, ia adalah barang terlarang…”

Pemuda itu hampir saja jatuh pingsan akibat kejutan itu…Ia bertanya pada gadis itu: “Barang terlarang apa?”

“Heroin,” jawab sang gadis dingin.

Pemuda itu tak mampu lagi menahan dirinya. Ia mencaci dan menampar gadis itu…Tapi rasa sakit tak kunjung mau pergi meninggalkan kepalanya…

Ia rubuh di depan sang gadis seperti seekor domba yang kesakitan. Ia menciumi kaki sang gadis agar sudi memberinya satu suntikan…Gadis itu mengatakan: “Tuliskan untukku semua uang yang engkau miliki dalam selembar cek, maka aku akan memberimu semua yang engkau inginkan. Tanpa ragu sedikit pun ia menuliskan 300.000 dolar yang diberikan ayahnya lalu menyerahkannya kepada gadis itu.

Gadis itupun segera mengambilkan sebuah suntikan untuknya dan menyuntiknya…Ia benar-benar merasa tenang dan lega…Hal itupun berlangsung 3 kali sehari setelah sebelumnya hanya sekali sehari…

Sebulan…dua bulan…tiga bulan berlalu…

Kedua orang tua dan istrinya mulai mengkhawatirkannya, namun…tidak ada gunanya…

Empat bulan kemudian, gadis tetangga itu mengatakan uang yang diberikannya telah habis…Namun pemuda itu menjawab bahwa kini ia sama sekali tidak punya apapun…bahkan meski hanya 1 dolar…

Gadis itu memandangnya dengan pandangan mengejek. Lalu berkata: “Baiklah, aku akan memberimu suntikan itu dengan syarat engkau harus mengantarkan beberapa tas ke salah satu tempat…”

Pemuda itu menganggukkan kepalanya menyatakan persetujuannya.

Tidak lama kemudian, pihak kampus mengirimkan surat peringatan DO untuknya. Tapi ia tidak peduli sama sekali. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai kurir yang mengantarkan 6 tas setiap hari…dan gadis itupun terus memberinya suntikan heroin. Pemuda itu tidak pernah menduga jika tas yang ia bawa itu ternyata berisi heroin dan ganja…

Genap setahun sudah…Ayahnya pun menghubungi pihak kedutaan untuk menanyakan tentangnya. Pihak kedutaan pun segera mencari alamatnya. Dan ketika mereka menemukannya, mereka akhirnya dapat menyingkap apa yang sebenarnya terjadi…

Mereka memintanya untuk bersiap-siap kembali ke negaranya, karena kondisinya saat itu tidak memungkinkan…Kedutaan pun menjalankan beberapa proses pemeriksaan medis untuk memastikan ia aman dari penyakit. Tapi terjadilah sebuah musibah terbesar itu…hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia terkena penyakit Aids…

Kedutaan pun segera mengirim pesan kepada pihak rumah sakit yang ada di kota itu untuk menyiapkan sebuah ambulance untuk membawa sang pemuda ke tempat isolasinya. Dalam 3 hari, proses yang berhubungan dengan pemulangannya pun selesai…Mereka tidak mengabarkan padanya hasil pemeriksaan tersebut. Namun di pagi hari menjelang kepulangannya, ia terkejut melihat tulisan yang tertulis di dinding kamar mandi: “Selamat datang di Klub Aids!”

Ia berusaha menjatuhkan dirinya dari balkon. Namun staf kedutaan berusaha menenangkannya demi persiapan proses pemulangan…

Setelah ia tiba, mobil ambulance pun mengantarnya ke tempat isolasi…Setelah itu, pihak rumah sakit menyampaikan kepada ayahnya apa yang telah terjadi…Sang ayah itu benar-benar histeris…Ketika ibunya melihat itu, ia berteriak: “Apa yang telah terjadi?” Sang ayah menjawab tidak lebih dari 3 kata: “Putramu terkena AIDS…”

Sang ibu langsung jatuh pingsan…Tidak lama kemudian istrinya datang untuk menanyakan apa yang telah terjadi…namun ia hanya melihat ayah dan ibu mertunya terbujur di lantai dalam keadaan pingsan…Ia segera memanggil ambulans untuk membawa keduanya ke rumah sakit…

Setelah keduanya sampai ke rumah sakit, para dokter kemudian melakukan pemeriksaan yang dibutuhkan untuk keduanya. Sementara itu, sebuah telpon dari rumah sakit di mana suaminya ditempatkan meminta sang istri untuk datang menjenguk suaminya, karena permintaan sang suami…Tentu saja wanita malang itu bertanya-tanya bagaimana mungkin suaminya ada di situ, karena sepengetahuannya sang suami sedang berada di luar negeri untuk melanjutkan studinya.

Terpaksa pihak rumah sakit menjelaskan kenyataan sebenarnya…Langsung saja sang istri jatuh…kehilangan kesadarannya dan mengalami stroke…Tinggallah sang penelepon di seberang sana terus berbicara: “Halo…halo…” Tapi tidak ada yang mendahului Unit Gawat Darurat dan polisi untuk melihat apa yang terjadi…Mereka mendobrak pintu apartemen, dan menemukan wanita malang itu tidak lagi mampu berbicara dan tidak mampu bergerak…

Ketika mereka tiba di rumah sakit, mereka akhirnya menyadari bahwa wanita malang itu mengalami stroke. Sedangkan kedua orang tua pemuda itu, mereka terpaksa menjadi penghuni rumah sakit jiwa karena mereka telah menjadi gila…

Dan lembaran tragedi ini pun harus ditutup…

Lihatlah betapa kesenangan sesaat itu berakhir dalam sebuah tragedi yang memilukan…

 

***

Alih bahasa:

Muhammad Ihsan Zainuddin

Sumber: al-Mausu’ah al-Kubra li al-Qashash al-Mu’atstsirah li al-Fatayat

Share This Post

About Author: adminkio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *