• ramadan-mubarak

PANDUAN RAMADHAN-04: MENGAPA HARUS BERPUASA? (HIKMAH DI BALIK PUASA)

Semua ibadah yang ditetapkan Allah Azza wa Jalla untuk hambaNya pasti mengandung hikmah yang tak terhingga. Sebagian hikmah itu dapat diketahui dan dipahami oleh hamba, namun tidak sedikit yang tidak terjangkau oleh hamba.

Ibadah puasa sendiri punya banyak hikmah, di antaranya:

Pertama, Menjadi jalan mencapai tujuan puncak kehidupan hamba yang tertinggi: menjadi hamba yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menegaskannya:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“…diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi (orang yang) bertaqwa.” (al-Baqarah: 183)

Ingat! Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Bukan yang paling kaya, paling berilmu, paling keren, atau yang lainnya. Hanya yang paling bertaqwa.

Kedua, Taqwa sendiri berputar pada: mengerjakan sesuatu karena mengharap keridhaan Allah dan takut kepada adzab Allah. Maka dalam berpuasa, jika seorang hamba dapat meninggalkan hal-hal yang mulanya dihalalkan untuknya (makan, minum dan berhubungan suami-istri) karena dorongan taqwa, logika sederhananya dengan itu ia akan lebih mudah meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allah Ta’ala.

Ketiga, Jika perut hamba merasakan lapar, maka rasa lapar pada seluruh indranya akan pergi dan hilang, termasuk hasrat nafsunya. Sebaliknya jika perutnya kenyang, maka lisan, mata, tangan dan kemaluannya akan merasa lapar. Maka puasa akan membantu untuk mematahkan dorongan syetan dan hawa nafsu serta menjaga kemaluan dari perkara yang haram.

Keempat, Jika hamba merasakan perih rasa lapar, ia akan merasakan peritnya kehidupan kaum fakir-miskin, sehingga ia dapat mengasihi mereka dan membantu menepiskan rasa lapar mereka.

Kelima, Puasa juga melatih kehendak sang hamba untuk kuat dan teguh dalam melakukan kebaikan dan menjauhi hawa nafsu serta kemaksiatan. Ibadah puasa meyakinkan kita bahwa berubah menjadi lebih baik adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dilakukan.

Keenam, Bulan Ramadhan adalah sebuah kesempatan emas bagi para da’i dan penyeru kebaikan untuk mengajak umat manusia kepada Islam.

Masih banyak hikmah lain di balik ibadah puasa, dan jika seorang hamba menjalani ibadah puasanya dengan hati yang bersih, ia akan menemukan hikmah-hikmah itu dari hari ke hari bulan Ramadhan.

 

***

Disiapkan oleh:

Muhammad Ihsan Zainuddin

 

Sumber:

Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid, Sab’una Mas’alah fi al-Shiyam.

Share This Post

About Author: adminkio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *