• ramadan-food-3

PANDUAN RAMADHAN 05: ADAB-ADAB BERPUASA (bagian 1)

Yang dimaksud dengan “Adab Berpuasa” adalah hal-hal yang sepatutnya dilakukan pada saat menunaikan ibadah puasa. “Adab Berpuasa” sendiri ada yang hukumnya wajib, dan apapula yang sifatnya sunnah.

Beberapa adab berpuasa yang patut diperhatikan diantaranya adalah:

Pertama, Menjaga untuk tetap makan sahur dan mengakhirkannya hingga menjelang waktu akhir bersahur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang makan sahur:

تسحروا فإن في السحور بركة

“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada keberkahan.” (HR. al-Bukhari)

Makan sahur meski sederhana adalah makanan yang penuh berkah. Dengan melakukan sahur, kita juga melaksanakan suatu ibadah lain, yaitu: menyelisihi kebiasaan Ahli Kitab.

Lalu makan sahur apa yang terbaik? Dalam hadits yang shahih disebutkan:

نِعمَ سحور المؤمن التمر

“Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma (tamr).” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Targhib 1/448)

 

Kedua, Menyegerakan berbuka bila waktunya telah tiba.

Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يزال الناس بخير ما عجّلوا الفطر

“Manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari)

Maka jangan merasa hebat atau lebih shaleh jika Anda menunda untuk berbuka. Menunda-nunda buka puasa itu menyelisihi sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu kelompok sesat yang biasa menunda buka puasa adalah kelompok Syiah Rafidhah atau Syiah Imamiyah.

 

Ketiga, Meneladani “hirarki” makanan berbuka:

Tentang pilihan makanan berbuka ini, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma mengkal yang diperam-penj) sebelum beliau mengerjakan shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan beberapa butir tamar (kurma yang sudah matang-penj). Jika tidak ada tamar, maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. al-Tirmidzi, dan ia mengatakan: “Hadits ini hasan gharib”. Dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Irwa’, no. 922)

 

Keempat, Apa yang diucapkan pada saat berbuka?

Salah adab berpuasa adalah mengucapkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ العُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Telah hilang rasa dahaga, kerongkongan telah basah, dan pahala pun telah ditetapkan in sya’aLlah.” (HR. Abu Dawud, dan sanadnya dihasankan oleh al-Daraquthni 2/185)

(Bersambung ke bagian kedua, in sya’aLlah)

 

***

Disiapkan oleh:

Muhammad Ihsan Zainuddin

Sumber:  Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid, Sab’uuna Mas’alah fi al-Shiyam.

 

Share This Post

About Author: adminkio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *