• puasa-menonton tv

PANDUAN RAMADHAN 06: ADAB-ADAB BERPUASA (bagian 2)

 

Mari kita lanjutkan pembahasan adab-adab berpuasa.

 

Kelima, Berusaha sungguh-sungguh meninggalkan perbuatan “Rafats”:

Apa itu Rafats? Rafats secara umum bermakna “jatuh dan melakukan perbuatan-perbuatan maksiat”.  Maka seorang hamba yang berpuasa berusaha menahan dan mengendalikan diri untuk tidak terjatuh dalam perbuatan maksiat sekecil apapun itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفُث

“…apabila pada hari berpuasa salah seorang kalian, maka hendaklah ia tidak melakukan ‘rafats’…” (HR. al-Bukhari).

Di antara perbuatan rafats yang harus dijauhi adalah berkata dusta atau melakukan kedustaan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من لم يدع قول الزور والعمل به، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya, maka Allah samasekali tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya (untuk berpuasa-penj).” (HR. al-Bukhari)

Termasuk yang harus ditinggalkan sejauh-jauhnya oleh hamba yang berpuasa adalah perbuatan ghibah, berbicara jorok dan saru; karena perbuatan seperti itu dapat menghapuskan seluruh pahala puasanya.

Tentang ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رُبّ صائم ليس له من صيامه إلا الجوع

“Boleh jadi seorang yang berpuasa itu tidak mendapat bagian dari puasanya selain rasa lapar.” (HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Targhib 1/453)

 

Keenam, Mewaspadai “pencuri-pencuri” kebaikan dan “penyedot-penyedot” dosa:

Benar sekali, di bulan Ramadhan ada banyak hal yang tampak wajar-wajar saja, padahal sebenarnya ia dapat mencuri pahala kebaikan kita dan menyedot dosa datang dalam diri dan keluarga kita. Apa itu?

Intinya adalah melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak membawa nilai apapun untuk kehidupan akhirat kita. Seperti:

  1. Sibuk menonton televisi dengan semua hiburannya yang justru semakin “inovatif” di bulan Ramadhan. Mulai dari sinetron, komedi, film, dan kuis.
  2. Jalan-jalan dan pelesir ke mall dan pusat perbelanjaan, ngabuburit sambil ngobrol ngalor-ngidul yang seringkali menyeret kita mengghibah orang lain.
  3. Jalan-jalan subuh atau shalat tarwih sambil pacaran atau ngeceng dengan tujuan menarik lawan jenis.

Ini beberapa hal yang biasa dilakukan sebagian hamba yang berpuasa –dan anehnya baru marak di bulan Ramadhan-, namun dapat mengurangi bahkan mungkin menghapuskan pahala puasa yang ditunaikan.

(Bersambung ke bagian ke 3, in sya’aLlah)

***

 

Disiapkan oleh:

Muhammad Ihsan Zainuddin

Sumber: Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid, Sab’uuna Mas’alah fi al-Shiyam.

Share This Post

About Author: adminkio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *