PANDUAN RAMADHAN 12: HUKUM PUASA SANG MUSAFIR (Bagian 2)

  Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa masalah terkait hukum puasa bagi seorang musafir; di antaranya syarat-syarat diperbolehkannya berbuka untuk musafir dan kapan seorang musafir diperbolehkan untuk membatalkan puasanya. Berikut ini kita lanjutkan pembahasan masalah lain terkait hukum berpuasa bagi musafir:   Kelima, bila sang musafir telah sampai ke suatu negeri atau kota ... Read More...

PANDUAN RAMADHAN 11: HUKUM PUASA SANG MUSAFIR (Bagian 1)

  Kata “Musafir” berasal dari kata “al-Safar” yang berarti perjalanan. Sehingga “Musafir” bermakna: orang yang melakukan suatu perjalanan. Dalam hal ini, sudah dimaklumi dan menjadi konvensi bahwa “perjalanan” yang dimaksud adalah perjalanan antar kota dimana seseorang meninggalkan tempat bermukim atau berdiamnya. Sehingga seseorang yang hanya berjalan-jalan mengelilingi kotanya saja tidaklah disebut ... Read More...