KAPAN BERTAUBATNYA?

KAPAN BERTAUBATNYA, KAWAN?     Masih tentang kisah al-Fudhail bin ‘Iyadh –rahimahullah-…     Dalam  Kitab “Tadzkirah al-Huffazh”, al-Dzahaby  menyebutnya sebagai: “al-Imam” (imam), “al-Qudwah” (teladan dan panutan), “Syaikh al-Islam”, dan “Syaikh al-Haram” (syekhnya Tanah Haram)…     Abdullah bin al-Mubarak menyatakan: Bahwa ia telah berjumpa dengan manusia paling wara’. Dan “manusia paling wara’ itu adalah al-Fudhail bin ‘Iyadh”, katanya.     Ibrahim bin Yazid bin al-Asy’ats mengatakan: “Aku tak pernah ... Read More...

JANGAN BUANG WAKTU…

  Suatu waktu, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah –rahimahullah- pernah mengatakan: “Membuang-buang waktu itu lebih menyakitkan daripada kematian. Karena membuang-buang waktu itu memutuskanmu dari Allah dan akhirat. Sementara kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.” (al-Fawaid, hal. 44).   Bukankah masih banyak yang harus dilakukan? Masih banyak sujud yang harus disungkurkan. Masih banyak tasbih yang harus terucapkan. Masih banyak dzikir yang harus terhadirkan. Masih banyak senyum yang harus ... Read More...

IKHLAS ITU PROSES…

  Untuk kesekian kalinya, saya membaca ungkapan yang diriwayatkan dari al-Imam al-Daraquthny rahimahuLlah (seorang ulama hadits besar yang salah satu karyanya, “al-‘Ilal”, menjadi rujukan penting dalam ilmu hadits. Meski ia lebih dikenal dengan “Sunan al-Daraquthny”nya…)     Ungkapan itu bagi saya sangat luar biasa. Terutama karena ia menggambarkan sebuah kondisi yang biasa kita alami. Beliau mengatakan: “Dahulu, kami menuntut ilmu ini bukan karena ... Read More...

HOAX ITU…

  Hoax itu… Kalau Allah yang Mahamulia tak punya anak, Kau bilang punya anak!   Hoax itu… Kalau al-Qur’an bilang orang kafir tak boleh jadi pemimpin umat Islam, Kau bilang boleh!   Hoax itu… Kalau sejarah tunjukkan Ahlul Bait dan Sahabat Nabi berkasih sayang, Mereka saling menikahkan keturunan mereka, Tapi kau bilang mereka bermusuhan! Sampai kau buat agama baru untuk melegitimasi kebencianmu pada Sahabat ... Read More...

HANYA SATU NYAWA

  Kisahnya sangat luar biasa. Kisahnya menunjukkan kepada kita bahwa jika hatimu dipenuhi oleh cahaya al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka jawaban-jawabanmu adalah cahaya!   Suatu ketika, dua orang Khawarij datang menemui Mutharrif bin ‘Abdullah. Mereka tentu saja membawa misi sangat penting. Mereka ingin mengajak Mutharrif untuk “hijrah” mengikuti jalan mereka, Kaum Khawarij.   Tidak banyak diskusi. Bahkan ... Read More...

BUKAN ORANG BALI…

  Namanya Syekh Wahid Abdussalam Bali. Beliau bukan orang Bali, Meski namanya berujung “Bali”. Beliau lahir di Mesir pada tahun 1963. di sebuah desa terpencil di sudut Mesir.   Salah satu karya fenomenalnya adalah Kitab berjudul “Wiqayatul Insan min al-Jin wa al-Syaithan”; Sebuah rujukan penting dalam dunia ruqyah.   Tapi tidak banyak yang tahu, Bahwa buku ini ditulis dalam kesederhanaan, untuk tidak menyebutnya ... Read More...

BERLARI DARI POPULARITAS

  Hatimu mungkin akan berbunga-bunga, Saat tiba-tiba di sebuah sudut jalan, Seorang atau beberapa orang menegurmu. Engkau tak mengenal mereka. Tapi –Allah mengujimu-ternyata mereka mengenalmu. “Ustadz, kami biasa mengikuti pengajiannya…” “Wajah Ustadz sering kami lihat di TV dan Youtube…”.   Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Dakwah tersebar ke penjuru negeri. Sunnah semakin dipahami. Semakin banyak orang senang dengan kebaikan. Tapi…   Tapi bagaimana dengan DIRI ini? Bagaimana ... Read More...

BERGURU PADA ALEPPO, BELAJAR DARI ROHINGNYA…

  Duhai Allah, Izinkan kami pagi ini, Tuk memenuhi lembaran-lembaran langitMu yang indah Tuk menyesaki lapis-lapis bumiMu yang rebah dengan pujian tak kenal lelah atas setiap partikel hidayah, untuk setiap gugusan karunia iman, bagi setiap untaian kenikmatan Islam dariMu…   Duhai Allah, Tak terbayangkan untuk kami yang tuna daya ini Bagaimana jalani hidup tanpa dentuman iman di dada, Tanpa ledakan Islam di setiap ... Read More...

BELAJARLAH, AGAR UFUKMU LUAS…

BELAJARLAH, AGAR UFUKMU LUAS…   Belajarlah, agar ufukmu luas. Jika ufukmu luas, Engkau takkan mudah menyesatkan orang dalam persoalan yang dilapangkan oleh agama.   Jika ufukmu luas, Hatimu akan lapang menerima perbedaan yang memang layak diperbedakan.   Seperti dahulu Imam al-Syafi’i mendebat karibnya, Yunus al-Shafady. Suara mereka meninggi di majelis. Dan di ujung majelis, al-Syafi’i merangkul karib debatnya itu, berujar: “Duhai Yunus, tak layakkah ... Read More...

BELAJAR DARI SARIROTI

BELAJAR DARI SARIROTI…   Sariroti mengajarkan kita satu hal penting.   Terlepas dari kajian marketing tentang kesalahan “pengumuman blunder” itu, Sariroti mengajarkan kita tentang pentingnya loyalitas (al-Wala’) dan anti-loyalitas (al-Bara’). Betapa bahwa dalam hidup ini, ada yang jauh lebih bernilai dari sekedar keuntungan bisnis. Betapa bahwa dalam bisnismu, ada nilai yang tak terjamah yang harus selalu kau perjuangkan. Sebuah nilai yang “unlimited”; tak ... Read More...